Hari Yang Berbeda

1583 Words

Pagi datang lebih cepat dari yang Rosalina harapkan. Baru beberapa jam ia memejamkan mata, alarm di samping tempat tidurnya kembali berbunyi nyaring. Dengan mata yang masih berat, ia meraih jam kecil itu lalu mematikannya. Ia sempat memejamkan mata lagi beberapa detik. "Lin..." Suara lembut Anggun terdengar dari balik pintu kamar. "Bangun, Nak. Nanti terlambat." Rosalina segera duduk. Ia mengusap wajahnya, lalu menarik napas panjang. "Iya, Bu." Hari itu sekolah mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekaligus persiapan lomba antarkelas. Semua siswa diminta datang lebih pagi dari biasanya. Rosalina mengenakan seragam putih abu-abunya dengan rapi. Rambutnya dikuncir sederhana, sementara tas sekolah sudah terisi buku pelajaran dan map berisi naskah pidato. Saat keluar kamar,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD