Aksi saling tarik menarik antara Brian dan Zakia belum selesai. Bahkan semakin seru ketika anak gadis Pak Sandy mulai menaikkan satu oktaf suaranya kembali. Beberapa orang menatap mereka penasaran. Ada tatapan penuh selidik, ada juga yang iba melihat Zakia. Ya, begitulah netijen selalu mengamati dan menyimpulkan tanpa tahu kebenarannya. Termasuk sepasang insan yang duduk tepat di belakang mereka. Dengan tatapan sinis sang wanita memelototi Brian. Mungkin dirinya merasa kesal melihat perlakuan lelaki itu pada gadisnya. Wanita bersurai ikal itu berdiri dan menghampiri Brian, jiwa kemanusiaannya tergugah. "Maaf, Tuan. Bisakah Anda melepaskan gadis ini? Bukankah ia sudah berteriak tidak ingin pergi? Kasihani gadis ini, Tuan. Lihat, pergelangan tangannya memerah." Ocehan wanita tak dikenal i

