Brian memandang punggung Zakia dengan sorot tidak bersahabat. Entah mengapa tingkah lelaki itu sepertu anak kecil, padahal jika dilihat dari usianya sudah cukup matang. Apakah ini semua karena Macan Kecil yang bersikap begitu menyepelekan dirinya? Sehingga membuat sang cassanova merajuk. Jemari kekar yang dihiasi bulu-bulu halus itu ingin mencengkeram bahu Zakia, tetapi diurungkan oleh sang empunya. Brian memilih untuk mendekat dan memperhatikan sejenak apa yang akan tawanan manisnya lakukan. "Let's go!" pekik salah satu sahabat Zakia ketika mesin simulator itu memulai permainan. "Haha, aku senang sekali hari ini bisa bebas!" seru Zakia sambari terus menekan tombol. Rasanya sangat menyenangkan bisa menikmati dunia luar tanpa kawalan. Merasakan kebebasan untuk sejenak, tetapi Zakia sada

