"Dari mana?" "Astaga!" Sakti mengembuskan napas panjang, saat baru saja akan masuk ke dalam markas, Alexa tiba-tiba sudah menghadang kedatangannya. Bersedekap tangan, gadis itu bersandar pada ambang pintu dengan tatapan tajam yang tak teralihkan dari Sakti yang berdeham canggung. "Ngapain nungguin gue? Kangen?" Sakti terkekeh, sayangnya, itu tak bertahan lama dan tawa kakunya surut seketika, mendapati wajah Alexa yang tetap datar. "Seharian ini, gue nggak liat lo, Daddy, Papa, sama Ayah. Kalian semua pada kemana sih? Gue cari ke semua tempat yang biasa kalian datangi, tapi nggak ada. Gue tanya sama anak-anak markas pun, nggak ada yang bisa kasih jawaban karena mereka pun ngaku nggak tau." Menyugar rambut, Sakti mengela napas sembari mengusap wajah kuyunya. "Ini jam satu pagi, lebih b

