Bersilang kaki, Alexa bersedekap tangan dengan tubuh menyandar santai di sofa empuk yang berada di ruangan Cakra. Menatap remeh sesosok pria yang melempar tatapan datar padanya, sembari mengompres hidungnya yang baru saja berhenti mengeluarkan cairan merah berbau anyir, setelah mendapat bogeman darinya. Ck! Salah sendiri. Alexa sudah berbaik hati memberi peringatan sejak awal. Tapi pria itu yang bebal. Berusaha menghalang-halanginya hingga membabat habis sisa kesabarannya. Mengela napas, Cakra yang duduk di sofa tunggal yang posisinya berada di tengah antara Alexa dan Elang, menatap bergantian keduanya yang masih memberi tatapan permusuhan. Berdeham cukup keras agar tak terabaikan dan mendapat atensi dari mereka. Cakra menumpukan kedua lengan di atas paha, dengan kedua jemari yang salin

