"Kak Nada kenapa nangis, Kak?" tanya Ane khawatir. Perasaan saat bertemu di kamar mandi Nada baik-baik saja, bahkan terlihat sangat gembira, tetapi kenapa sekarang dia berderai air mata? Apakah ada yang terjadi hingga menyakiti perasaannya? Nada mendongakkan wajahnya saat mendengar suara yang dia kenali. Dia tersenyum tipis dan misterius saat tahu jika orang itu adalah Aneh yang memang pada dasarnya, berpihak pada dirinya. Langsung saja Nada melanjutkan drama yang memang sudah dia mulai sedari tadi. Dia memeluk Ane yang semakin kebingungan sekaligus khawatir melihat dirinya. Nada memeluk Ane sangat erat. Siska yang melihat hal itu pun jengah dan memberi peringatan pada Ane. "Jangan kemakan omongan orang kayak Nada, Ne!" ujar Siska ketus pada Ane yang sama sekali tak memahaminya. Karen

