"Kak Rei, aku mau ngomong!" ujar Ane cepat saat Reihan ingin beranjak dari tempatnya. Reihan langsung berhenti dan menengok bingung pada Ane. Dia ingin melaksanakan perintah dari Bianca, tetapi kenapa Ane justru mencegahnya? Dia tidak memiliki waktu untuk menunda-nunda perintah Bianca karena perintah itu harus dijalankan saat ini juga. "Ne, Kakak ada tugas," ujar Reihan memberi pengertian. Dia ingin meneruskan langkahnya, tetapi Ane langsung mencekal tangannya dan menggeretnya untuk pergi ke sudut lapangan. Reihan semakin tak mengerti, tetapi dia memutuskan untuk tidak bertanya. Sepertinya hal yang ingin Ane katakan sangatlah penting hingga gadis itu tidak bisa menundanya lagi. Setelah sampai, Ane mengusir beberapa orang yang tengah duduk di sana. Dia mencari alasan agar anak-anak

