Bab 30 : Cemburu yang Teramat Sederhana

3140 Words

Dering telepon itu memecah lamunannya. Azam melirik layar ponsel, menemukan nama Profesor Yasin tertera di sana. “Assalammu’alaikum, Wa Haji.” Azam bersuara sambil memasang headset, menyetir mobil. Balasan salam pun terdengar kemudian, suara tua itu lantas menegur Azam atas keabsenan menghadiri diskusi jum’at. Terlebih Azam membatalkan janji temu mereka sebanyak 2 kali. Azam mencari alibi yang tepat. “Ada urusan yang harus segera aku selesaikan, Wa. Cukup menyita waktu dan tenaga, mohon maaf.” Helaan napas panjang terdengar. “Baiklah, sekali ini aku maafkan. Tetapi untuk itu kau harus datang ke rumah keluarga besarku, Khairul Azam. Ajak kedua orang tuamu untuk mengikuti acara makan malam ini. Abinya Yasmin adik kandungku, ingin bertemu dengan salah satu dosen muda yang berprestasi ini.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD