Tagih

920 Words

“Kalau aku tidak datang, apa yang akan mereka ambil?” Cassie berdiri di depan cermin kamar mandi apartemen itu, rambutnya diikat seadanya. Suaranya terdengar tenang, tapi pantulan matanya mengkhianati kegelisahan yang tak bisa ia tekan. Manggala menyandarkan bahu di kusen pintu. “Mereka tidak berhak mengambil apa pun.” Cassie tersenyum tipis. “Kau tahu itu tidak benar.” Ia mematikan keran, lalu menatap Manggala melalui cermin. Jarak mereka hanya beberapa langkah, tapi rasanya seperti dua dunia yang dipisahkan keputusan yang tak terucap. “Kau tidak perlu ikut,” kata Cassie lagi. “Aku bisa....” “Tidak,” potong Manggala cepat. “Jangan ulangi itu.” Cassie berbalik. “Ini urusanku.” “Ini hidupmu,” balas Manggala. “Dan hidupmu pernah mereka gunakan untuk menghancurkanku. Jadi jangan bilan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD