Jebakan

877 Words

Tidak ada yang terasa salah pada awalnya. Justru itulah yang membuat Cassie waspada. Langkahnya mantap, napasnya terjaga, pikirannya tidak dipenuhi kegelisahan yang biasanya muncul sebelum sesuatu terjadi. Tubuhnya terlalu tenang, seolah sudah menerima arah yang akan ditempuh, bahkan sebelum ia sendiri sempat memprotesnya. Cassie berdiri beberapa detik lebih lama dari yang diperlukan. Cahaya putih di ruangan itu memantul dingin, memotong bayangan kakinya di lantai. Tidak ada jam berdetak, tidak ada suara latar. Sunyi yang disengaja. Sunyi yang biasa digunakan untuk mengukur siapa yang lebih dulu gelisah. Cassie tidak duduk. “Kau terlambat.” Suara itu datang dari balik meja, tenang, nyaris sopan. Terlalu sopan untuk situasi yang tidak memberi ruang tawar. Cassie menyilangkan tangan di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD