Bayangan Tak Terduga

506 Words

Cassie membeku di tempatnya. Bayangan itu bergerak perlahan, samar di balik cahaya redup. Setiap langkahnya terdengar jelas di ruang kosong, menggema di lantai beton basah. Manggala menegakkan tubuhnya, tetap berada di sisi Cassie. Ia merasakan ketegangan yang sama bahwa sesuatu yang mereka hadapi kini bukan lagi permainan digital, tapi nyata, di hadapan mereka. “Siapa itu?” bisik Cassie, suaranya rendah, namun tegas. Bayangan itu berhenti. Dalam beberapa detik yang terasa lama, sosok itu menatap mereka. Sorot matanya dingin, penuh perhitungan. “Cassie Leviona,” suara itu terdengar, halus tapi berat. “Aku tidak menyangka kita bertemu begitu cepat.” Cassie menyipitkan mata. “Kau…?” Manggala menahan napas, merasakan gelombang bahaya yang sama. Ia menatap sosok itu, mencoba membaca niat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD