ENAM BELAS

881 Words

Sesampainya di mansion pun tak ada yang berbicara, baik Adeks maupun Vaniesya. Mereka sama-sama terdiam dan bahkan didalam mobil tadi suasananya sangat hening. Vaniesya ikut pulang ke mansion Adeks, katanya ada yang ingin pria itu bicarakan. Dalam pikiran Vaniesya, ia selalu berfikir untuk menceritakan segalanya. Bisa saja ia menceritakan semuanya ke pamannya dan pastinya pamannya akan membantunya lepas dari kehidupan Adeks. Tapi ia tak akan menceritakannya, karena ia tahu sifat pamannya dan sifat Adeks, meski tak terlalu dalam jangka mengetahuinya. Jika pamannya tahu semuanya, pasti akan ada pertengkaran dan permusuhan antara mereka. Walaupun ada pertengkaran dan permusuhan setelahnya, sebenarnya Vaniesya tidak masalah toh Adeks bukan siapa-siapanya. "Apa bibi Jessy dan Catline ada d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD