TUJUH BELAS

1018 Words

Kilauan sinar matahari dari jendela yang tak di tutupi gorden, membuat dua orang yang tengah tertidur terganggu. Tangan wanita itu perlahan-lahan bergerak, dan bibir mungilnya terbuka sedikit. Matanya perlahan mengerjap menyesuaikan kilauan sinar matahari yang memancar. Wanita itu merasa geli di bagian lehernya, seperti ada yang meniup-niup. Ternyata itu hembusan nafas seseorang, tunggu. Seseorang??siapa?? Vaniesya, ya wanita itu Vaniesya dan pria itu Adeks. Vaniesya menggerakkan kepalanya menoleh kebelakang sedikit, dan alangkah terkejutnya Vaniesya melihat siapa yang mengendus endus di bagian lehernya. Ternyata orang itu adalah Adeks. Vaniesya berniat melepaskan pelukan Adeks di perutnya, tetapi pelukan itu semakin erat. Tangan kekar pria itu seakan tak mau melepaskannya. Bahkan kaki A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD