DELAPAN BELAS

1217 Words

"Hilangkan rasa benci itu dan ubahlah benci itu menjadi rasa cinta, aku mohon." kata Adeks dengan penuh penegasan. "Baru kali ini aku memohon kepada seseorang, dan orang itu adalah kau, kau Vaniesya." kata-kata yang keluar dari mulut Adeks. Selalu membuat Vaniesya terdiam. "Aku kan mencobanya, dan mungkin ini saatnya aku mencoba mempercayai segala yang kau ucapkan." __________________________ "Kau harus mempercayai aku, karena aku tak main-main dengan perasaan ini dan pernyataan ku yang lalu." balas Adeks dan mencium bibir Vaniesya. Awalnya Vaniesya menolak mendorong d**a Adeks, tapi Adeks semakin menciumnya dalam, mengabsen deretan giginya. Bahkan saat ini pun Vaniesya menikmati ciuman Adeks. Meskipun ciuman itu kasar tidak lembut, tangannya yang mulanya mengalung dileher Adeks, kini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD