DUA PULUH SEMBILAN

878 Words

Adeks belum juga kembali ke kamarnya, begitu juga Vaniesya. Dia sedari tadi berusaha untuk tertidur, namun hasilnya nihil. Matanya tetap terjaga. Huekk Huekk Vaniesya menutup mulutnya dengan tangan, dan berlari ke wastafel memuntahkan isi perutnya. Tapi, yang keluar hanya cairan bening. Tubuh Vaniesya sangat lemas, ia tak sanggup untuk berjalan lagi. Tubuhnya semakin kehilangan tenaga, hingga melorot terjatuh. ______________ Adeks membuka pintu yang ternyata tak dikunci oleh istrinya. Ia masuk tapi tak melihat keberadaan Vaniesya. Yang ia lihat hanya selimut yang terjatuh dilantai, ia pikir Vaniesya sedang dikamar mandi. Huekk Huekk Huekk Adeks segera berlari ke kamar mandi, dilihatnya Vaniesya yang terduduk lemas sambil memuntahkan isi perutnya. Adeks menghampiri istrinya yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD