Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Tapi sosok yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang, membuat Vaniesya khawatir terjadi apa-apa. Sedari tadi Vaniesya sudah mencoba menelfon Adeks, tetapi hasilnya nihil. Ponselnya tidak aktif, bahkan Vaniesya sampai menelfon sekertaris Adeks. Dan tetap saja hasilnya nihil, sekertaris Adeks tak mengetahui keberadaan atasannya itu. Pikiran Vaniesya sudah melayang kemana-mana, ia sangat khawatir kepada Adeks. Hingga tidur pun tak bisa ia lakukan. "Kau dimana Adeks, kau membuatku cemas." cemas Vaniesya sambil mondar-mandir menelfon Adeks. "Ya Tuhan Adeks." "Kemana saja kau hah? Apa kau tak tahu jam sampai malam begini kau belum pulang." ucap Vaniesya sendirian. Ia hanya sendiri di manison, para pelayan sudah tidur. Dan Martin

