Tidak perlu dipertanyakan lagi, Aelin terkena semburan amarah Kuro. Monster kucing itu memarahi Aelin habis-habisan lebih parah daripada amarah Saga dan ibu-ibu Asia. Rentetan omelannya sangat panjang nan runtut hingga dia tidak tahu poin lain dalam omelan tersebut selain betapa bodoh dan sembrono keputusannya. Tentu saja, Aelin tidak merasa tersinggung. Dia juga sepenuhnya sadar bahwa keputusan yang dia pilih cukup serampangan. Tindak lanjut dari pertikaian mereka, Kuro tidak ingin tidur bersama Saga dan Aelin lagi. Kucing hitam itu memilih menempati titik lokasi lebih jauh dari mereka untuk tidur. Tidak ada yang menghalanginya karena Saga yang memang pada dasarnya tidak peduli serta Aelin yang tak ingin memperpanjang masalah. Gadis itu merasa lebih baik memilih untuk mengalah daripada

