Alex menggeliat dari tidurnya saat suhu panas melingkupi tubuhnya, ia terbangun dilihatnya sudah tidak ada Mia disampingnya. Alex memegang kepalanya yang terasa berat saat ia berusaha beranjak untuk bangun dari posisi tidurnya. Dirasakannya tubuhnya sudah tidak menggigil lagi tapi suhu tubuhnya masih terasa panas. Mimpi sialan itu, masih terasa sangat nyata di benak Alex. Ia menggeleng mencoba mengenyahkan pemikirannya tentang mimpi itu. "Kau sudah bangun?" tiba-tiba Mia datang dari ambang pintu, membuat Alex seketika menoleh gadis itu. Pria itu mengangguk pelan. Mia membawa nampan berisi air dan mangkuk bubur, lalu menaronya di meja kecil sebelah ranjang Alex. "Bagaimana perasaanmu?" "Aku merasa lebih baik." jawab Alex pelan tanpa ekpresi. Tanpa aba-

