11

1450 Words

Kala datang kesempatan yang paling kutungg-tunggu, alih-alih memanfaatkannya dengan baik, aku justru mendadak kehilangan keberanian. Nyaliku menciut begitu saja, aku bak tikus yang ketakutan di bawah intaian tatap gelapnya. Hampir dua minggu keberadaanku di sini, bekerja mengurus rumah dan segala kebutuhannya, akhirnya aku dapat melihat secara langsung sosok majikanku yang teramat misterius. Tampan? Entah, aku tidak dapat memastikannya. Topi hitam yang dikenakannya mengubur hingga keningnya, sementara sebuah kaca mata hitam bertengger di wajahnya, yang dapat kutangkap hanyalah hidung yang bangir dan dagu persegi kokoh yang ditumbuhi jambang tipis. Aku tidak tahu bagaimana harus melukiskan sosok pria yang bahkan tidak dapat kulihat wajahnya secara keseluruhan. Namun, satu hal yang kini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD