Jam kerjaku dimulai lebih awal dari yang semestinya, tentunya karena kedatangan perempuan semampai yang menggedor kamarku dan muncul dengan penampilan yang luar biasa berantakannya. Melepas mukena yang masih kukenakan, aku segera mengganti pakaian untuk digunakan sehari-hari, lantas bergegas pergi ke dapur untuk melaksanakan perintah pacar Simon. Tak ingin mengganggu Mbok Nah sebelum jam kerjanya, kuputuskan untuk masuk ke dapur sendirian. Sementara aku memasak menu sarapan yang praktis dan cepat, Jennie duduk di kitchen bar dengan wajah ditekuk kesal, mengawasiku sembari terus mengomel, memintaku bergegas. Bekerja di bawah tekanan memang tidak mudah, aku merasa gugup dan serba salah dengan rentetan omelannya. Hampir-hampir memasukkan gula alih-alih garam. Secepat mungkin aku berusaha

