family time

1108 Words
Minggu pun tiba, Maryam mengajak adik-adik nya untuk lari pagi, semuanya pun ikut kecuali Adit dan sang ibu yang tetap dirumah. pukul 7 pagi mereka mulai lari di sekeliling daerah rumah mereka saja. "kak, Lala capek" ujar gadis kecil sambil mengatur napasnya yang ngos-ngosan. "makanya la tadi gak usah ikut" ujar Milan sengaja mengundang kekesalan sang adik. "ih Abang, Lala kan mau ikut lari jalan jalan juga" ujar gadis itu kesal ingin memukul abangnya tapi tangan Hary menahannya. "yaudah yuk istirahat dulu" ujar laki-laki itu dengan lembut menggenggam tangan mungil adik nya dan menariknya ke kursi taman yang sedang mereka lewati. "iya istirahat aja dulu" ujar sang kakak ikut duduk juga dikursi taman yang satu lagi disebelah Hary dan Lala, lalu disusul oleh Milan yang terkekeh kecil melihat tatapan tajam adik kecilnya itu. mereka sangat perhatian satu sama lain, Hary yang mengelap peluh adik perempuannya itu, Milan memberikan minuman yang mereka bawa kepada semua saudaranya dan juga Maryam yang melihat wajah lelah para adiknya memutuskan untuk beristirahat lebih lama lagi karena memang sudah 30 menit mereka lari walaupun dengan santai tapi untuk anak seumuran Lala pasti sangat terasa lelahnya. maryam dengan celana training hitam dan hoddie abu nya lalu rambutnya diikat satu kebelakang membuat gadis itu terlihat cantik. sedangkan Hary memakai training berwarna biru langit sama warnanya dengan hodie yang dipakainya. sedangkan Milan memakai training hitam dan kaos putih polos, tinggi anak itu sekitar 133 cm. sedangkan Lala memakai training dan hoddie berwarna pink bergambar membuat gadis itu terlihat imut apalagi rambutnya diikat dua oleh Maryam, tinggi Lala saat itu masih 120 cm makanya keimutan gadis itu bertambah. setelah merasa cukup istirahat Maryam berjongkok dihadapan Lala yang sedang duduk. "la ayo lanjut lagi sekalian pulang" ujar Maryam sambil mengelus lembut rambut coklat adiknya. "iya kak Lala udah siap kok capeknya" ujar gadis itu dengan cengiran polos tentu saja ditertawai oleh Abang dan kakaknya. akhirnya mereka semua melanjutkan olahraga di Minggu pagi itu dan pulang kerumah dengan selamat walaupun gadis kecil bernama Lala itu langsung tepar di ruang tengah. Adit yang melihat kakak kecilnya kelelahan berinisiatif untuk mengipas kakaknya dengan kipas tangan berbentuk bundar sambil tersenyum manis. "Adit baik banget sama kak Lala, nanti kakak beliin es krim ya" ujar Lala membuka matanya yang tadinya terpejam karena kelelahan. Adit hanya mengangguk polos. "sok mau beliin Adit, Lala aja selalu minta sama Abang kalo mau beli es krim disekolah" ujar Milan duduk disebelah adiknya yang rebahan itu sambil memicingkan matanya saat adik nya tersenyum misterius. "iya tapi kali ini Abang beliin lala dia es krim karena satu lagi untuk Adit" ujar Lala dengan wajah tanpa dosanya. "ha kan sudah Abang tebak" ujar Milan sambil mencubit pipi chubby adiknya itu. "hehe, dek kita harus baikin bang Milan yang ganteng ini biar dibeliin es krim" ujar Lala menghasut Adit dengan pemikirannya, adiknya hanya mengangguk dengan senyuman polosnya. tak lama kedua anak paling kecil itu memberikan tatapan memelas bahkan memuji ketampanan Milan. "Abang Milan yang ganteng beliin lala sama Adit es krim yayayaya" ujar Lala memelas. "Abang Milan yang ganteng beliin kak Lala sama edit es krim yayayaya" ujar Adit mengikuti kakak kecilnya itu menatap abangnya dengan memelas dan wajah seimut mungkin. Milan yang tak tahan dengan keimutan kedua adiknya hanya mengangguk pasrah setelah itu ia mendapat pelukan hangat dari kedua adiknya dengan ucapan terimakasih. Hary dan Maryam yang sedang membantu beres-beres rumah tertawa melihat tingkah ketiga adiknya itu. "Hary kalau ada apa-apa disekolah langsung kabari kakak ya, ruang kelas kita satu lantai kok cuman beda gedung" ujar Maryam sambil menyiram tanaman dengan selang air. "iya kak, tapi Kakak juga loh ya bilang ke Hary kalau ada apa-apa" ujar Hary menatap kakaknya menuntut sambil meletakkan sapu lidi yang baru saja digunakannya untuk menyapu halaman. "hahaha iya iya" ujar Maryam sambil terkekeh melihat adiknya yang selalu protektif kepadanya. siang pun tiba.. "ayo semuanya makan siang, setelah itu kita makan pizza ini" ujar Mina sambil menunjukkan plastik berisi pizza, sang ibu baru saja kembali dari sebuah restoran penjual pizza, ia memang merencanakan untuk membeli pizza untuk anak-anaknya di siang Minggu ini. "yeeaayyy" sorak Lala dan Adit sambil menuju meja makan yang sedang disiapkan sang ibu dengan beberapa lauk masakan hari itu dan pizza yang juga disajikan diatas meja itu. Milan hanya tersenyum senang menyusul kedua adiknya begitu juga dengan Hary dan Maryam. mereka pun makan siang dengan canda tawa seperti keluarga bahagia pada umumnya. malam pun tiba... "udah ngerti la?" tanya Maryam pada adik perempuannya. "belum kak hehe" jawab gadis itu dengan cengiran polosnya. Maryam sedang membantu adiknya itu mengerjakan pr bahasa Inggrisnya sambil mengajari agar Lala mengerti tapi percuma karena adiknya tak ahli dalam bidang ini. "yaudah yang penting ingat ya kosakatanya dalam bahasa Inggris" ujar Maryam, Lala hanya mengangguk dengan senyuman polos. setelah itu Maryam membantu Hary belajar matematika karena ada materi yang tak dimengerti nya, lain dengan lala kali ini Maryam mengajari Hary dengan rasa puas karena anak laki-laki menawan itu langsung mengerti bahkan dengan cepat menghapal rumusnya. "Hary sangat hebat dalam matematika pasti bisa menang kalau ada olimpiade nya" ujar Maryam dengan kagum membuat Hary tersipu malu. setelah itu tatapan mereka pindah kearah Milan yang baru saja mengucapkan hal tak terduga. "la, buatin gambar pemandangan dong" ujar Milan dengan wajah memelas kearah adiknya yang sedang memasukkan buku ke dalam tas. Lala yang suka menggambar langsung saja mengangguk setuju membuat abangnya lega. "tumben Milan minta tolong ke Mila ngerjakan pr?" tanya Maryam pada anak laki-laki yang sudah putus asa karena menggambar bukan keahliannya. "hehe iya kak, ada pr menggambar soalnya, kalau pr lain Milan gak kan minta tolong Lala" jawab anak laki-laki itu dengan senyuman manisnya. "Lala belum ngantuk" tanya Hary khawatir. "belum kok bang hoam" jawaban tak sama dengan refleks dirinya, Lala mengatakan belum mengantuk sambil menguap membuat yang lainnya tertawa. "tidur aja yuk udah malam, biar bang Milan aja yang ngerjakan sendiri" ujar Maryam, sebenarnya ia cuman mengetes Lala, apa yang akan dilakukan gadis itu sekarang, sedangkan Milan sudah pasrah saja karena adiknya yang sudah mengantuk. "Lala mau siapin gambaran untuk bang Milan dulu kak" ujar gadis itu sambil sibuk menggambar membuat Milan tersenyum haru sedangkan Hary juga tersenyum melihat adiknya yang gigih menggambar. "yaudah sini Kakak bantuin mewarnainya" ujar Maryam dengan senyuman hangat kearah Lala yang menatapnya dengan mata mengantuk tapi senyuman manis itu tetap muncul di wajahnya. mereka berdua pun mulai menggambar bersama, sedangkan hary membantu tugas sekolah Milan yang lain. kali ini Milan yang paling banyak memiliki tugas, biasanya Maryam dan Hary terkadang juga Lala. mereka saling membantu untuk mengerjakan tugas-tugas itu di malam hari, paling lama sampai jam 10 mereka baru tidur. sedangkan Mina dan Adit tentu saja dikamar untuk menidurkan balita berumur 4 tahun itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD