akhirnya sang anak sulung bersekolah normal di SMA favorit kota tempat ia tinggal, Maryam adalah gadis beruntung itu ia mencoba beasiswa dan mendapatkannya.
begitu juga dengan Hary yang mendapatkan beasiswa di tingkat SMP nya, jadi mereka berdua satu sekolah, tinggal lah Lala dan milan yang bersekolah dekat dengan tempat ibunya bekerja.
setiap pagi Mina mengantarkan keempat anaknya ke sekolah sedangkan Adit dibawa nya ke restoran tentu saja seijin pemilik restoran yang juga sahabatnya.
sahabat Mina itu ternyata mempunyai anak yang satu tahun dibawah Adit jadi kedua anak itu sering bermain bersama di restoran tersebut.
saat ini Maryam berada di aula sekolah itu sedang mendengarkan kakak kelas melakukan tugasnya sebagai anggota OSIS.
gadis itu duduk menyendiri di paling pojok sambil membaca buku pelajaran, berbeda dengan murid baru lainnya yang saling berkenalan dan mengajak berteman, sebenarnya sudah ada beberapa yang mencoba berkenalan dengan gadis itu tapi ia cuek bahkan sangat dingin sehingga tak ada lagi yang berani mengajaknya berkenalan.
Maryam gadis cantik dengan mata hazel seperti sang ibu dan rambut lurus berwarna hitam legam yang panjangnya sepunggung.
gadis itu tidak tertarik dengan acara perkenalan sekolah yang sekarang dilakukan bahkan ia berharap agar secepatnya memulai pembelajaran.
saat istirahat tiba, Maryam langsung menuju kelas adiknya yaitu Hary yang juga tak jauh berbeda sikapnya dengan sang kakak sewaktu perkenalan sekolah.
"makan di kantin?" tanya Hary saat menjumpai kakaknya di depan pintu kelas.
"iya bawa bekalnya ya ry" ujar sang kakak, Hary pun langsung masuk lagi kedalam kelasnya dan mengambil bekal yang telah dibuat ibunya untuk masing-masing anaknya agar tidak makan sembarangan.
mereka berdua berjalan ke kantin, banyak yang penasaran dengan hubungan mereka karena gadis SMA berjalan dengan siswa SMP akan membuat siswa lain penasaran, apalagi keduanya memiliki daya pikat menarik seperti Hary mata elang dan rambutnya sama berwarna hitam gelap itu sangat kontras dengan kulit putih bersihnya , pemuda memiliki tinggi 150 cm berbeda 10 cm dengan kakaknya yang setinggi 160 cm.
saat di kantin mereka makan dengan tenang bahkan tak ada yang berani mengusik dan duduk di meja mereka karena aura yang mereka keluarkan begitu dingin.
setelah jam istirahat selesai Hary kembali ke kelas dan Maryam kembali ke aula, tak lama murid baru SMA kembali ke kelas masing-masing bergantian dengan murid baru SMP ke aula.
saat di kelas Maryam memilih duduk di paling belakang dan pojok agar bisa duduk sendirian yang benar saja keinginan gadis itu terwujud ia duduk dibelakang sendirian membuatnya tersenyum lega.
berbeda dengan Hary saat dikelas dia duduk di paling kiri barisan pertama tepat di depan meja guru, ya laki-laki itu terpilih menjadi ketua kelas bahkan ia duduk bersama sekretaris kelas bernama Eylen.
disisi lain Milan memakan bekalnya di kelas adiknya yaitu Lala karena ia yang membawakan bekal adiknya itu mulai sekarang, biasanya Hary yang mengurus Lala dan dia pergi bermain dengan teman sebayanya.
"Aaron, bekalmu mana?" tanya Lala heran melihat laki-laki disebelahnya hanya menidurkan kepalanya menunduk di meja, sedangkan Milan duduk di kursi depan adiknya yang lagi tidak dihuni karena pada ke kantin.
"sudah la jangan diganggu" ujar Milan sambil menyuapi adik bawel yang ada dihadapannya.
gadis itu tetap menatap heran kesebelahnya sambil mengunyah suapan dari sang Abang.
biasanya Aaron saat jam istirahat selalu pergi dari bangkunya sang gadis berpikir laki-laki itu ke kantin jadi sekarang ia heran Aaron tidak ke kantin dan tidak memakan bekal, apakah dia tidak lapar? itulah yang dipikirkan gadis berambut coklat seperti sang ibu tapi matanya yang hitam terlihat lembut dan damai karena senyuman di wajahnya yang ceria.
"Aaron, ayo makan bersama, Lala bawa bekal kok banyak lagi" ujar gadis itu semangat sambil menepuk pelan lengan Aaron.
Milan hanya melihat adiknya yang sangat susah dibilangin dengan pasrah.
tak lama Aaron terbangun dari tidurnya lalu menghadap ke Lala.
"apakah boleh?" tanya Aaron, gadis itu mengangguk antusias mendengar jawaban tak terduga dari laki-laki disebelahnya.
"Abang, Aaron juga suapin ya" pinta gadis itu pada Milan sambil menatapnya memelas.
"loh kok disuapin juga kan dia bisa makan sendiri" ujar Milan tak terima adiknya langsung memberengut kesal lalu merampas bekalnya dari tangan abangnya itu.
"Lala juga sudah bisa makan sendiri, jadi Lala makan sama Aaron aja" ujar gadis itu dengan nada kesal lalu tersenyum lembut ke arah Aaron.
"eh la jangan marah dong kan Abang cuman mau nyuapin Lala doang" ujar Milan menatap Aaron tak suka.
Lala pun menghela napas pasrah lalu tersenyum manis kearah abangnya.
"iya Abang, Lala mau makan sendiri aja sama Aaron" ujar gadis itu dengan lembut.
"yaudah deh makan yang banyak ya, Abang balik ke kelas" ujar Milan sambil menutup bekalnya yang sudah habis lalu beranjak dari duduknya dan pergi dari kelas itu setelah mengacak pelan rambut sang adik.
Lala makan bekalnya bersama dengan Aaron mereka bergantian memakai sendoknya, sudah setahun mereka sebangku membuat perasaan nyaman satu sama lain mulai muncul.
setelah bekal itu habis yang dimakan bersama dengan ocehan sang gadis, Aaron pun membantu membereskan bekal Lala dengan telaten.
"terimakasih ya la" ujar pria itu menatap lembut ke arah gadis itu.
"hehe iya Aaron, besok aku bawa bekal lebih banyak lagi ya" ujar gadis itu dengan antusias dan cengiran polosnya.
"eh tidak usah, aku akan membawa bekal ku sendiri" ujar laki-laki itu tak enak karena gadis ini begitu peduli dengannya.
"ha oke deh, tapi kita makan bekalnya sama sama lagi ya kayak tadi" ujar gadis itu dengan tatapan berharapnya.
"iya" jawab Aaron sambil tersenyum kecil menatap lembut gadis itu.
Milan yang kembali ke kelasnya masih kesal dengan Aaron yang seperti mengambil adiknya padahal bukan begitu.
laki-laki itu duduk di kursinya yang bersebelahan dengan temannya yang bernama varo.
"sudah siap makan sama Lala nya?" tanya varo sambil menulis catatannya.
"dia sudah punya pacar " ujar Milan dengan ketus dan asal karena cemburu karena adiknya lebih perhatian dengan Aaron.
"hahaha maksudnya Aaron?" tanya varo tertawa keras karena sudah tahu cerita tentang Aaron.
"iya lah siapa lagi" ujar Milan dengan ketus sambil membuka bukunya dan mulai mencatat juga.
varo terkekeh pelan mendengar seorang Abang yang cemburu dengan teman adiknya.
sepulang sekolah Milan dan Lala menunggu ibunya di restoran bersama Adit.
sedangkan Hary dan Maryam menaiki bus langsung pulang kerumah dengan kunci cadangan yang ada pada Maryam.