Mual

1534 Words

Santi membekap mulut Kanaya lalu menatap suami mereka yang sedang menatap curiga. Sepertinya Max dan Daniel mendengar teriakan Kanaya. Santi tersenyum untuk meredakan kecurigaan mereka. “Jangan keras-keras nanti ketahuan,” bisik Santi membuat Kanaya mengangguk. “Lo udah tes?” tanya Kanaya membuat Santi mengeleng. “Terus kenapa lo bisa bilang hamil?” Santi mengusap perutnya. “Itu baru dugaan. Lagi pula insting seorang ibu jarang meleset.” Kanaya berpikir sejenak lalu menarik tangan Santi ke kamar lantai atas. Santi menurut ia menunggu Kanaya di luar kamar. Gadis itu keluar membawa sebuah alat tes kehamilan. “Coba lo tes pake ini.” Masih dengan suara berbisik Kanaya memberikan alat itu pada Santi. “Oke, gue coba di bawah saja.” Kanaya mengikuti Santi ke kamar mandi yang ada di lant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD