Kritis

1415 Words

Rasa lelah menjadi guru taman kanak-kanak seakan terobati ketika Kanaya sibuk di tempat kursus membuat kue. Kanaya sangat antusias membuat dissert box yang akan ia berikan pada Max. Membayangkan pria itu memujinya membuat hati Kanaya berbunga-bunga. “Sepertinya kamu sangat bersemangat, Kanaya,” ujar Anya, salah satu guru yang mengajar di tempat kursus. Di tempat kursus ini ada empat guru yang mengajari para peserta kursus. Kanaya tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Ia benar-benar bahagia. “Iya, aku ingin memberikan dissert ini pada seseorang,” ucapnya malu-malu. “Apa dia kekasihmu?” goda Anya membuat wajah Kanaya bersemu. Kanaya menunduk malu. Ia tidak bisa mengatakan apapun pada Anya. Ia sendiri bingung apakah Max sudah menjadi kekasihnya atau belum? Pikiran Kanaya kembali  pada ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD