Mimpi Buruk

1450 Words

Kanaya coba tersenyum pada Max. Ia tidak mau pria itu tahu apa yang ia pikirkan tadi. Sayang sekali, Max bukan pria yang romantis seperti yang ia bayangkan. “Ayo ikut saya.”  Max membawa Kanaya ke lantai dua. Di tengah restaurant tidak ada kelopak bunga mawar membentuk hati yang ditengahnya ada lilin. Max membawa Kanaya ke meja yang ada di sisi restaurant.  Seorang pelayan datang menghidangkan satu porsi makanan pencuci mulut. Hidangan berbentuk menyerupai telur ketika dipecahkan lelehan coklat  putih melumer keluar. Kanaya takjub dengan hidangan istimewa yang baru pertama kali ia cicipi. “Saya ingin kamu yang menamai hidangan ini,” kata Max membuat Kanaya senang. “Hmm… apa ya? Hmm… terlur beranak terlalu menakutkan. Belah telur sangat aneh. Terus apa ya?” gumamnya.  Kanaya mulai pusi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD