Cuma Hayalan

1491 Words

“Menurut lo Max nggak bohong?” tanya Kanaya pada penelepon di seberang. “Gue yakin Max berkata jujur.  Dia pria tampan dan mapan, nyari cewek itu gampang. Kesimpulan gue Max benar serius sama lo.” Kanaya mengguling-guligkan tubuhnya di atas tempat tidur saat Santi memberikan pendapatnya tentang Max. Meski ingatan tentang Max belum pulih, tapi Kanaya mulai yakin bahwa dia mencintai pria itu. “Terus gue harus bagaimana? Max nggak pernah bilang suka sama gue.”  Kali ini Kanaya duduk sambil memeluk boneka yang Max berikan.  “Lo harus jadi Kanaya yang dulu. Kalau Max nggak pernah bilang cinta sama lo maka lo yang harus bilang cinta ke dia,” usul Santi. Kanaya menjauhkan ponselnya sejenak lalu mendekatkan lagi ke telinga. “Malu, ah, masak cewek nembak cowok.” “Ya, ampun, Nat. Sekarang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD