Terjebak

1621 Words

Max mengusap matanya berkali-kali. Bibirnya tidak berhanti menguap sejak tadi. Kanaya sudah  tertidur pulas di sofa. Beberapa potong pizza masih utuh semntara minuman mereka sudah habis. Tidak tahan dengan rasa kantuk yang menyerang, Max pun memutuskan tidur di sofa panjang―meski tubuhnya terasa kurang nyaman. Ia bisa saja tidur di kamar,tapi Max tidak ingin meninggalkan Kanaya sendiri di ruang  tamu. Dalam hitungan detik Max sudah terlelap. Pintu apartemen terbuka, Angela dan dua pria di belakangnya masuk diam-diam. Angela mendekati Max yang tertidur di sofa sementara dua pria lainnya diam dekat pintu menunggu intruksi dari gadis itu. Setelah memastikan kakaknya benar-benar terlelap, ia pun memanggil dua pria bayarannya untuk membawa Max dan Kanaya ke kamar tidur. “Kalian bisa pergi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD