Tidak ada yang lebih membahagiakan selain pagi ini. Max sedang menyisir rambutnya di depan cermin full body sembari bersenandung kecil. Ia senang mendapat kabar kalau Kanaya sudah bisa diajak berkomunikasi. Ia tidak sabar ingin menyatakan perasannya pada gadis itu. Kanaya pasti syok mendengarnya. Setidaknya adegan yang ada di pikiran Max adalah gadis itu menangis lalu memeluknya erat. Memikirkan saja sudah membuat jantungnya berdebar. Max melirik boneka beruang yang sempat ia sembunyikan di bawah bantal. Boneka itu akan ia berikan pada Kanaya sebagai simbol hubungan mereka. Max bergegas menyambar boneka dan kunci mobilnya. Baru saja ia keluar dari kamar, Angela tiba-tiba muncul di hadapannya. Max segera menyembunyikan boneka itu ke belakang punggungnya. Ia tidak ingin menjadi bahan olok

