Siuman

1119 Words

Suara lembut seorang wanita membuat mata hitam itu terbuka. Max merasakan tubuhnya remuk karena tidur di kursi besi semalaman. Kepalanya pusing membuat Max meringis ketika duduk. “Kamu nggak pulang semalam?” tanya Santi. Ia datang lebih pagi untuk menjenguk Kanaya. Max tidak melihat keberadaan Daniel di dekatnya. Mungkinkah Santi datang sendiri tanpa suaminya? “Iya, saya memutuskan untuk menginap. Saya takut terjadi sesuatu pada Kanaya,” ujar Max. Santi tersenyum tipis, ia bisa melihat ketulusan pria itu pada sahabatnya. Kanaya lo harus sadar, Max sepertinya suka sama lo. Perjuangan lo nggak sia-sia, Nay. Air mata Santi mulai menggenang, tapi gadis itu berusaha untuk tetap tenang. Jam besuk tinggal 30 menit lagi, masih ada waktu untuk sarapan. Santi melihat Max yang kondisinya tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD