Bab 29-Damai Bukan Berarti Berakhir

980 Words

Satu minggu telah berlalu sejak penyerangan itu. Mansion Valenor kembali terlihat tenang, namun ketenangan itu bukan tanpa penjagaan. Pengawal tetap siaga di setiap sudut, seolah bayang-bayang ancaman masih mengintai. Di ruang tengah, suasana terasa berbeda—lebih hangat, lebih tenang. Elarys merebahkan kepalanya di paha Caelum, sementara kedua kakinya bersandar di paha Ezra. Caelum duduk tegak, satu tangannya bertumpu di sandaran sofa, sementara tangan lainnya sesekali bergerak pelan, menenangkan. Ezra, di sisi lain, menyandarkan punggungnya dengan santai, sesekali mengusap ringan pergelangan kaki Elarys dengan cara yang hampir tak terlihat, namun penuh perhatian. Elarys menatap langit-langit, napasnya teratur. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tubuhnya benar-benar terasa aman.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD