Bab 14-Membuka Mata

1379 Words

Tiga hari kemudian. Kelopak mata Elarys bergetar pelan. Perlahan-lahan ia membuka matanya, pandangannya buram dan berat. Cahaya putih menusuk, membuatnya refleks memejamkan mata kembali. Dadanya terasa nyeri, napasnya pendek. Beberapa detik berlalu sebelum ia mencoba lagi. Kali ini ia membuka mata lebih lama, menoleh sedikit ke kanan dan kiri mencari wajah-wajah yang sejak lama menemaninya bahkan dalam ketidaksadaran. Namun yang ia lihat hanya seorang perawat yang tengah memeriksa monitor di samping ranjangnya. “D-daddy, M-mommy” gumam Elarys pelan, suaranya kecil, nyaris tak terdengar. Perawat itu tersentak ringan, lalu segera mendekat. “Anda sudah sadar, Nona?” tanyanya lembut namun sigap, langsung mengecek pupil mata dan alat monitor. Elarys mengernyit pelan, rasa sakit men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD