Bab 15-Hidup Dalam Sangkar

1795 Words

Dua hari kemudian. Elarys menggeser tubuhnya perlahan, kedua tangannya mencengkeram sisi ranjang saat ia mencoba menegakkan badan. Rasa nyeri langsung menjalar dari dadanya, membuat wajahnya mengernyit dan napasnya tertahan. “Ah” desisnya lirih. Elenora yang sejak tadi duduk tak jauh darinya segera berdiri. “Elarys, pelan-pelan,” ujarnya cemas sambil mendekat. “Dokter bilang kamu belum boleh memaksakan diri.” “Aku cuma ingin duduk, Mommy,” jawab Elarys terengah, keringat dingin mulai muncul di pelipisnya. “Aku tidak mau terus berbaring.” Tangannya gemetar, namun ia tetap berusaha. Rasa sakit itu membuat matanya berkaca-kaca, tetapi Elarys mengatupkan bibir, menahan diri agar tidak mengeluh lebih jauh. Alaric yang berdiri di dekat jendela melangkah mendekat. “Keras kepala,” kata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD