Keesokan harinya, tepat di siang hari, Elarys duduk santai bersama Elenora di ruang tengah sambil menonton film. Layar televisi memancarkan cahaya lembut, sementara aroma ringan dari dapur membuat suasana terasa hangat dan nyaman. “Mommy, aku menginginkan sesuatu,” ucap Elarys sambil menatap ibunya dengan mata berbinar. Elenora tersenyum lembut, menoleh ke arah putrinya. “Hmh, apa itu, sayang?” Elarys mengerutkan sedikit dahinya, pikirannya melayang ke makanan favoritnya. “Spicy ayam sama spicy mie goreng yang biasanya aku makan sama Cae dan Ezra,” jawabnya sambil tersenyum malu-malu. Elenora tertawa pelan, membelai rambut putrinya. “Hah, kau masih ingat semuanya ya. Baiklah, Mommy akan menyiapkannya untukmu. Tapi kau harus sabar sebentar, ya.” Elarys tersenyum lebar, matanya be

