Pintu ruang aman tertutup rapat dengan bunyi klik berat, sistem keamanan aktif sepenuhnya. Lampu redup menyala otomatis, menciptakan suasana dingin namun terlindungi. Elenora menuntun Elarys duduk di sofa empuk, lalu berjongkok di depannya, menggenggam kedua tangan putrinya erat. “Tarik napas, sayang dengarkan Mommy,” ucap Elenora lembut namun tegas. “Kau aman di sini.” Elarys mengangguk pelan, meski dadanya masih terasa sesak. Di luar ruang aman, langkah kaki bergegas, suara komunikasi singkat para pengawal, dan perintah yang dilontarkan Caelum terdengar samar melalui dinding tebal. Di ruang utama mansion, Alaric berdiri di depan layar pemantau. Wajahnya dingin, sorot matanya tajam. “Laporan.” “Gerakan terdeteksi di sektor barat,” jawab seorang pengawal. “Bukan kelompok lama. Po

