Chapter 36

1184 Words

“Ini panah permainan Dart?” pekik Takeru masih dengan posisi menatap benda yang kini melayang di udara, tepat di atas pundaknya. Untuk beberapa saat Takeru tak berani untuk bergerak. Ia merasa bahwa sesuatu tak kasat mata seolah menahan tubuhnya untuk bergerak. Sekitar dua menit berlalu, Takeru baru berani mengalihkan tatapannya dari panah dart itu dan membawa tatapannya kea rah depan, tepat kea rah orang yang baru saja meleparkan panah dart itu. “Kau pikir, apa yang sedang kau lakukan?” Takeru tersentak mendnegar suara yang amat sangat dingin menyapa indera pendengarannya. Takeru sontak menoleh dan menadapi bahwa rupanya sang pangeran Isaac, sudah terbangun dan sekarang sedang menatapnya dengan tatapan penuh amarah, dan sepertinya Takeru tahu apa penyebab dari amarah Isaac tersulut. “A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD