Seperti yang sudah direncanakan, makan siang Nasya kali ini lagi-lagi ditemani oleh Aji. Mereka berjalan beriringan menuju kantin. Nasya jadi berpikir, apakah orang-orang akan mengira bahwa dirinya dan Aji ada something, karena melihat belakangan ini mereka selalu bersama? Haha ... astaga Nasya! Pikiran macam apa itu? Toh, terkadang mereka tidak hanya makan berdua. Bisa dengan rekan dokter yang lain atau dengan beberapa perawat. Sesampainya di kantin, Nasya langsung memesan makanannya disusul oleh Aji. Setelah memesan makanan, mereka kembali berjalan untuk mencari tempat duduk. "Bagaimana hari ini, Sya?" Tanya Aji saat keduanya sama-sama sudah terduduk. "Lancar, Dok." "Bagus. Kalau keadaanmu?" "Entahlah, rasanya sulit banget buat percaya sama apa yang udah aku lihat sendiri, padahal

