meet again

1130 Words
Terdengar suara bel apartemen Alice. "Biar aku aja yang buka" Calvin membuka pintu. terlihat sosok rianty dan Raka disana. "Masuklah" ucap Calvin. Mereka semua menghampiri Alice dan duduk di sofa. "Apa tidak parah?" Rianty melihat luka di kepala Alice. "Ini sudah lebih baik" jawab Alice. "Bagaimana dengan mobilmu?" Tanya Raka. "Aku akan hubungin Jason!" Calvin menjawab pertanyaan Raka untuk Alice. "Firasat ku tak enak" ledek Raka menyindir Calvin, Raka tau jason mulai menyukai Alice. "Diam lah, atau aku akan majukan jadwal keberangkatan mu" ancam Calvin dengan wajah datarnya. "Mr. Calvin, no please!" Rianty memohon dengan wajah melasnya. "Sayang, dia hanya bercanda" Raka mengelus rambut rianty. "Ck.." Calvin menggeleng melihat kelakuan Romantis Raka. "Baiklah, kurasa cukup drama nya" Alice memecah suasana. "Apa kalian sudah makan?" Tanya Calvin "Belum" jawab kompak raka dan rianty. "Cih, kalian ini" Calvin bangkit dari duduknya lalu menuju dapur "Kau mau kemana?" Tanya Alice. "Aku akan masak untuk kalian" jawab Calvin "What?" Kau bisa masak?" Tanya Raka kaget. "Of course" Calvin mengangkat bahunya. "Kau curang, aku hanya makan bubur tapi mereka akan makan masakan mu" Alice cemberut. "Tidak baby, kau bisa makan keduanya" Calvin mengecup bibir Alice singkat lalu pergi menuju dapur. "Ck, apa-apaan mereka pamer ciuman di depan kita" oceh Raka pelan di telinga rianty. "Aku bisa mendengar mu Raka aditya" ucap Calvin ketus. Raka hanya menampilkan senyum kuda nya. Tak berapa lama mereka pun menikmati makan malam nya. ~~~~~~~~~~~ Hari ini pun tiba, hari dimana keberangkatan Raka ke Jepang, tak hanya rianty, Alice dan Calvin, keluarga Raka pun ikut mengantarnya ke bandara, karena Raka akan berada di sana untuk waktu yang tidak di tentukan. "Jaga kesehatan, jangan tidur larut malam" ucap Lusi ibu Raka dan memeluknya. "Oke mam" balas Raka dan mengeratkan pelukannya. "Aku tak tau apa yang harus di katakan, kurasa aku akan menyusul mu kesana, jadi tak da salam perpisahan" ucap Alice mengangkat bahunya. Raka terkekeh melihat tingkah Alice, ia pun memeluknya. "Aku tunggu kedatangan mu" jawab Raka dan melepas pelukannya. Lalu berpindah memeluk Calvin mereka tak mengatakan apapun, Raka tau Calvin pasti akan bolak balik Jepang indonesia untuk melihat perkembangan yang terjadi nanti. Kini Raka sudah berhadapan dengan kekasihnya, ia menaruh tangannya di pinggang rianty, rianty pun mengalungkan tangannya di leher Raka. Mereka saling menatap cukup lama mereka melakukan itu apa yang mereka rasakan entahlah hanya mereka berdua yang paham. Lalu Raka memeluk rianty erat, karena sudah tiba waktunya untuk masuk ke pesawat. " I Will Miss you honey" Raka menaruh dagunya di bahu rianty. "Me too" jawab rianty dan mengeratkan pelukannya, kembali Raka dan rianty saling bertatapan rianty mengecup Raka singkat, tapi Raka kembali mengecup rianty dengan penuh perasaan dan cukup lama, seakan enggan terpisah, mereka-mereka yang menyaksikan pun hanya bisa menggeleng kepala. "It's time Raka" ucap Calvin mengganggu Raka. "Oke" jawab Raka.. Akhirnya Raka melambaikan tangan meninggalkan mereka semua di bandara. Perasaan harus karena harus berpisah dengan orang yang di sayang. "Aku akan langsung keluar kota, aku sudah menyuruh supir untuk mengantarmu" ucap Calvin. " tidak usah, Aku akan pulang bersama rianty" jawab Alice. "Baiklah" Calvin mengecup kening alice. Mereka semua berpisah dan menaiki mobil masing-masing. "Safe Drive!" Ucap Calvin kepada rianty. " Oke pak bos" jawab rianty. Dalam perjalanan. "Aku lapar" keluh rianty. "Aku juga" jawab Alice. "Perlukah kita makan dulu" "Tentu saja, aku ini masih pasien, harus makan teratur" rianty manja. "Ck, jangan jadikan luka mu sebagai alasan" oceh rianty. "Aku berkata yang sebenarnya" Alice tak mau kalah. "Terserah kau saja" rianty menyerah dan itu membuat Alice tersenyum puas. Alice dan rianty pun tiba di restoran yang terkenal di kota Jakarta. Mereka langsung memilih tempat duduk dan memesan makanan. Saat sedang menikmati makanannya tiba-tiba seorang pria menghampiri meja mereka. "Kita bertemu lagi nona Alice!" Alice pun menoleh ke arah pria itu. "Mr. Jason?" Kebetulan sekali" Alice berdiri mencoba berjabat tangan "Kebetulan aku ada janji bertemu rekan bisnis Disni". Jason menjelaskan. Alice menganggukkan kepalanya. "She?" Jason melirik rianty. "Ah, kenalkan ini sahabat saya" Alice menyenggol-nyenggol rianty agar dia berdiri dan memperkenalkan diri. "I'm rianty" rianty memperkenalkan diri. "Bolehkah aku bergabung dengan kalian?" Pinta Jason. "Tentu saja, silahkan" ucap Alice ramah. "Apa ingin pesan makanan biar saya memanggil pelayan!" Rianty menawarkan. "Tidak usah, aku sudah memesannya tadi, akan di antar saat rekan Bisnisku datang" jawab Jason. "Bagaimana dengan lukanya" tanya Jason pada Alice. "Ini sudah lebih baik, sebentar lagi akan sembuh" Alice dan rianty mulai merasa canggung, apalagi Jason terus saja memandangi Alice, mereka jadi tak menikmati makan siangnya. Jason Tak makan tak minum hanya bertanya dan menatap dengan tatapan yang sulit di jelaskan. Datanglah wanita yang sangat menjengkelkan menurut Alice, ya Lisa asisten Jason. "Pak, mereka sudah datang dan sedang menunggu anda" bisik Lisa di samping Jason. "Aku harus pergi, sampai bertemu lagi" Jason meninggalkan Alice dan rianty baru beberapa langkah Jason berhenti dan menoleh ke meja Alice. "Aku sudah memperbaiki mobil mu, datang lah kerumah ku kalau ingin mengambilnya" Jason dengan senyum devil nya. "Ah satu lagi, harus kau yang mengambilnya nona Alice" kali ini Jason benar-benar pergi meninggalkan mereka. "Hell, apakah pria tampan selalu seenaknya seperti itu?" Grutu rianty. "Entahlah, demi mobil itu, aku akan mengambilnya sendiri" alice sudah bertekad. "Kapan kau akan kerumahnya? Rianty menyesap minumannya. "Secepatnya, lebih cepat lebih baik" jawab rianty. "Nanti saat pulang turunkan aku di mall, aku akan belanja kebutuhan dapur" pinta Alice. "Perlu aku temani?" " Tidak, kau pulang saja dan istirahat, aku akan pulang naik taxi" ~~~~~~~~~~~~~~~ Alice sudah berada di dalam mall, ia memilih bahan-bahan untuk kebutuhan dapurnya, mall masih sangat ramai karena hari belum gelap. Alice bergegas menyelesaikan belanjanya, ia merasa sedikit pusing karena hari ini lupa meminum obat pereda sakitnya. Baru saja ingin memesan taxi, Alice di kaget kan lagi dengan suara pria, suara yang tadi ia dengar di restoran. "Sepertinya kita berjodoh" ucap jason bangga. "Sepertinya Jakarta sangat sempit" Alice mencoba santai "Biarkan aku mengantarmu" "Tidak usah, saya akan memesan taxi" tolak alice lembut. "Jangan sungkan, lagi pula kita searah" Alice berfikir sebentar, dia tidak tau lagi bagaimana harus menolak jason. "Baiklah" akhirnya Alice mengiyakan tawaran Jason. Jason melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Kau bisa masak?" Tanya jason karena melihat belanjaan Alice. "Iya" jawab Alice singkat. "aku ingin mencicipi masakan mu" "Boleh saja, tapi saya tidak tau apa akan sesuai dengan selera anda Mr.". "Panggil aku Jason" "Tapi...." Alice ragu. "Tak apa, itu terdengar lebih nyaman". "Baiklah.. Jason" Alice merasa sangat canggung ia ingin cepat sampai apartemen. Entah mengapa bersama dengan Jason membuatnya tidak bisa berkata-kata. "Apa yang anda lakukan di mall sendirian?" Tanya Alice penasaran, karena orang sekaya Jason tidak mungkin belanja seorang diri, pasti selalu ada orang-orang yang bisa di andalkan. "Aku hanya mengecek saja, mall itu milik ibuku, sekarang dia sedang di korea jadi aku yang memantau selama ia pergi." Alice hanya menganggukkan kepalanya. "ck, kebetulan yang sempurna" batin Alice.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD