mantan kekasih Raka

1154 Words
Dua bulan berlalu sejak kepergian Raka ke Jepang, seperti hari-hari biasanya kantor selalu terlihat sibuk, Calvin yang tidak memiliki asisten pun melimpahkan pekerjaan kepada Alice. Alice pun harus menerima itu, kini tugasnya dua kali lipat lebih banyak, apalagi jika bos nya itu sedang pergi keluar negeri, Alice bisa pulang sampai larut malam saking menumpuknya dokumen-dokumen di atas meja kerjanya. Pukul 8 malam. "Ahhh aku lelah sekali" Alice meregangkan tubuhnya saat tugasnya telah selesai. "Kau lelah sayang?" tiba-tiba suara itu terdengar di telinga Alice suara yang sudah seminggu ini ia rindukan. "Kau sudah kembali!" Alice tersenyum dan menatap Calvin. "Seperti yang kau lihat!" Calvin merentangkan tangannya. "Aku ingin segera memelukmu" ucap Alice pada kekasihnya itu. "Silahkan" Calvin masih merentangkan tangannya mempersilahkan Alice untuk memeluknya. "Tidak, ini masih di kantor bagaimana jika ada yang melihat, kita tidak akan melakukan apapun saat di kantor, bukankah kau orang yang seperti itu?" Ucap Alice tegas. "Baiklah, kau melewatkan kesempatan besar baby!" Calvin mendekati wajah Alice dan mengecup keningnya, "ayo pulang" ajak Calvin. "Aku bereskan meja dulu" Alice membereskan dokumen-dokumen yang bertumpuk di mejanya, lalu mengambil tas dan melenggang pergi meninggalkan kantor bersama bos nya itu. Calvin melajukan mobilnya dengan sedikit cepat ia terlihat seperti terburu-buru entah apa yang di kejar nya ini tidak seperti biasanya. "Apa tidak bisa pelan sedikit?" Alice mulai takut. "Ini masih standar baby" ucap Calvin santai. "Tapi ini tidak seperti biasanya" Alice memandang jalan di depannya, Memang jalan terlihat sepi tapi tetap saja ia merasa takut, Calvin tidak pernah tergesa-gesa seperti itu. "Aku ingin cepat sampai apartemenmu, dan memakan mu baby, aku sangat merindukanmu" sontak ucapan Calvin itu membuat Alice bersemu malu, pipinya merona dan itu terlihat gemas di pandangan Calvin. Mereka tiba di apartemen, tak lupa Alice mengunci pintu, saat membalikan tubuhnya betapa kaget nya Alice melihat Calvin yang sudah berdiri di hadapan nya tangan Calvin mulai melingkar di pinggang Alice. Pandangan mata hazel Calvin yang begitu melumpuhkan hati merekapun saling menatap. Melepas segala kerinduan yang tertahan selama terpisah. Alice mengalungkan tangannya di leher kekasihnya itu. "Duduklah, akan ku buatkan minuman" ucap Alice "Aku lebih suka seperti ini" Calvin mengecup Alice singkat dengan lembut sangat lembut. Mereka kembali saling menatap tak lama Calvin kembali mencium Alice menarik bibir bawah kekasihnya itu memainkannya dengan lembut Alice pun tak hanya diam ia membalas ciuman hangat nan lembut dari Calvin, ciuman penuh perasaan dan sedikit menggebu, Calvin memajukan tubuh alice membuat tubuh mereka bersentuhan sempurna, mereka begitu menikmati sentuhan itu, keduanya enggan melepas ciuman yang menjadi candu setiap harinya. Kini ciuman Calvin berpindah ke leher jenjang Alice yang putih dan halus, Harum tubuh wanita itu begitu memabukan seorang Calvin, tangan Calvin mulai meremas kedua gundukan itu tanpa melepas kemeja yang Alice pakai "ah," Alice meloloskan desahannya, ia mencengkram rambut tebal Calvin, setiap sentuhan yang Calvin berikan membuat Alice terus menginginkan nya. Calvin pun menghentikan aktifitasnya. "Kau sangat mempesona baby" Calvin menatap Alice dengan mata sayu nya yang menggoda. "Kau sangat memabukan" jawab alice sambil mengatur nafasnya yang tak stabil. "Kita sudahi ini" Calvin mengelus pipi Alice yang lembut. "Baiklah" ucapan Alice itu terdengar seperti kecewa. "Apa kau marah?" Calvin memastikan. "Nope" jawab Alice singkat mereka masih saling menatap, harus di akui Alice menginginkan lebih, sentuhan Calvin begitu memabukan tapi itu belum saatnya mereka sudah berkomitmen. "Aku menginginkan lebih sayang, setiap sentuhan mu membuatku melayang aku hampir tak bisa menahan diriku dan memintanya padamu, Gosh! aku merasa menjadi jalang yang mengemis sentuhan" batin Alice. "Bersabarlah sedikit lagi, setelah semua Masalah perusahan selesai, aku akan membawamu menemui orang tua ku seperti yang telah ku janjikan, kau tau aku sudah tak yakin seberapa lama aku bisa menahan ini, berdoalah semoga Raka bisa cepat membereskan semuanya, dan itu awal untuk kita" Calvin memeluk Alice. Alice hanya diam mengerti dan mengerti dengan semua yang di ucapakan kekasihnya itu, ia tak bisa berkata ia hanya bisa bersabar dan menjalaninya seperti biasa. ~~~~~~~~~~~~ Kyoto. Jepang Raka sedang menikmati makan siangnya di Kyoto Gion cafe, ia memesan beef set dengan kematangan medium dan matcha ahnimitsu sebagai dessert ny sambil melakukan sambungan video call dengan kekasihnya rianty. "Bagaimana hari ini" tanya rianty di sambungan video call nya, karena perbedaan waktu Jakarta Jepang jadi makan siang Raka lebih cepat 2jam dibanding rianty yang dijakarta. "Masih seperti biasa, semuanya berjalan stabil, seminggu kehadiran Calvin disini cukup membantu" jawab Raka sambil memotong beef nya. "Kau terlihat lebih kurus" rianty khawatir. "Mungkin hanya kurang istirahat" "Aku merindukan mu" ucap rianty dan membuat Raka berhenti memotong daging di atas piringnya. "Aku lebih merindukanmu" mereka saling menatap dalam sambungan video call itu. Belum sempat Raka melanjutkan ucapannya terdengar seorang wanita memanggil nama Raka. "Honey" ucap wanita itu dan berjalan ke arah Raka, wanita itu tak lain adalah Yuki mantan kekasih Raka dulu saat awal dia berada di Jepang, wanita cantik berdarah campuran Indonesia Jepang memiliki tinggi yang pas, kulit putih mulus, dengan mata kucing yang tajam, rambut lurus sebahu dengan pakaian yang fashionable. "Aku sudah selesai makan, kita sudahi sambungan hari ini, aku akan menghubungimu nanti malam" Raka bergegas mematikan sambungan video call nya. "s**t" umpat Raka melihat wanita itu mengganggu sambungan video call bersama kekasihnya. Ia tak tau apakah rianty mendengar ucapan wanita itu. "Honey, you here?" Yuki menghamburkan diri kepelukan Raka, tapi Raka langsung mendorongnya. "Apa yang kau lakukan Yuki, jangan sentuh aku" tegas Raka. "Hey, kau berubah menjadi sangat galak" Yuki duduk di bangku dan menghadap Raka. "Kau merusak selera makan ku" Raka menyesap minumannya dan berniat pergi. Tapi Yuki menarik tangan Raka hingga Raka menghentikan langkahnya. "Kenapa kau seperti itu, aku merindukan mu Raka Aditya" ucap Yuki manja. "Simpan semua kata tak berguna mu itu" Raka bergegas meninggalkan Yuki. Wanita secantik Yuki selalu memiliki kekasih lebih dari 1 bahkan saat bersama Raka ia pun melakukan hal yang sama, para kekasihnya adalah orang-orang kaya yang bisa menjamin kehidupan mewahnya. Raka meninggalkan Yuki saat memergoki Yuki melakukan hubungan intim bersama kekasihnya yang lain, dan parahnya itu di lakukan di apartemen Raka, suatu hari ketika Raka harus balik ke Indonesia tapi hanya untuk beberapa hari, ia bilang kepada Yuki akan pergi untuk waktu yang tidak di tentukan karena ingin memberi kejutan saat ia kembali ke Jepang. Namun yang di dapat sebaliknya Raka yang mendapat kan kejutan melihat kekasih nya melakukan hal yang bahkan Raka tidak pernah lakukan setahun menjalin hubungan dengan Yuki. Saat itu Raka memutuskan untuk tidak bertemu bahkan memutus semua kontek yang berhubungan dengan wanita itu. ~~~~~~~~~~~ Di kantor, saat jam makan siang "Mau makan apa biar aku aja yang pesen" tawar Alice "Samain aja" jawab rianty singkat nampak lesu "Minumnya?" Alice bertanya lagi. "Samain juga" rianty dengan muka lesunya "Oke, klo aku pesen air sabun kamu mau minum itu juga" ledek Alice "Iya" jawab rianty. "What?" Jawaban rianty membuat Alice kaget dan menoleh. "Kamu kenapa sih?" Tanya Alice serius "Duhh aku bingung mau mulai dari mana", rianty melas. "Ya udah aku pesen makan dulu, kita makan baru lanjut cerita" Alice bergegas memesan makanan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD