kejutan untuk Rianty

1602 Words
"pagi neng geulis, duh neng Mamang gak bosen ngeliatin si neng udh cantik pinter sekertaris bos lagi" seperti biasa setiap pagi mang Dede mengantar pesanan kopi ke tiap departemen di kantor. "duh si Mamang bisa aja" Alice tersipu "yah mang masa cuma Alice yang dibilang cantik, aku nggak?" rianty baru tiba di ruangan Alice, dari jauh dia sudah mendengar percakapan mang Dede dan Alice. belum sempat mang Dede memuji rianty tiba-tiba Raka mengeluarkan suara dan memuji kekasihnya itu, "kamu juga cantik kok, paling cantik di hatiku" ledek Raka langsung menghampiri rianty. "lebay" oceh Alice. "biarin" Raka menyahuti. "tuh neng rianty udah di puji am si akang ganteng, ya udah Mamang lanjut kerja lagi ya, Oia neng rianty am akang ganteng mau di buatin apa biar sekalian" "kopi latte ya mang" jawab Raka "aku s**u aja deh mang bosen ngopi Mulu" ucap rianty. mang Dede pun pergi meninggalkan mereka, tak lama pintu lift terbuka dan menampilkan sosok Calvin yang baru saja tiba, mereka bertiga pun menyapa memberi ucapan selamat pagi pada bosnya. Raka membuntuti Calvin masuk kedalam ruangan. "kau sudah terima email-nya" tanya Raka "sudah" jawab Calvin singkat "aku memutuskan mengirim mu kembali ke jepang, kau sudah lama mengelola cabang perusahaan disana, aku yakin kau bisa menyelesaikan Maslah yang sedang terjadi sekarang" tegas calvin, Raka diam sejenak iya sependapat dengan Calvin dia juga sudah mencari solusi untuk permasalahan disana, Raka lebih tau seluk beluk perusahaan itu, sebelum Calvin menyuruhnya dia bahkan hendak menawarkan diri. "kau bisa mengandalkan ku" jawab Raka percaya diri. "lalu bagaimana dengan rianty, apa dia akan membenciku karena membuat kau pergi lagi?" ucap Calvin dengan nada meledek "dia bukan wanita egois yang akan marah dan sedih saat kekasihnya pergi jauh, aku yakin dia akan menerimanya." jawab Raka sombong. " tapi sebelum itu, aku ingin mendengar dia menyetujui perjodohan ini, aku akan melamarnya" Raka exited. "segera selesaikan urusanmu, waktumu tak banyak" ucap Calvin tegas. "dasar bos tak punya perasaan" ucap Raka seraya berlari meniggalkan ruangan, ia tak ingin melihat calvin ngamuk. didepan pintu terlihat Alice yang baru saja akan mengetuk ruangan itu. "ngapain kamu lari-lari?" tanya Alice heran Raka hanya menaikan bahunya dan pergi meninggalkan Alice. "dasar aneh" gumam Alice. belum sempat Alice mengetok pintu, terdengar suara Calvin menyuruhnya langsung masuk. "pagi pak" sapa Alice. "ini desain yang di buat Mr Louis, ia ingin anda mengeceknya dan segera menghubunginya" ucap alice "terimakasih" jawab Calvin "apa ada lagi yang bapak butuhkan, kalau tidak saya akan kembali melanjutkan pekerjaan" "Oia, aku ingin kamu menyiapkan berkas terkait cabang perusahaan di Jepang, dan menyiapkan kebutuhan yang Raka perlukan, aku akan mengirimnya kesana." "apa ada Masalah dengan anak cabang di Jepang?" tanya Alice penasaran. "iya, dan sepertinya dia akan disana untuk waktu yang lama" Calvin menaruh tangannya di dagu dan menatap Alice. Alice hanya mengangguk dengan penjelasan bosnya itu "apa ada lagi yang ingin kau tanyakan?" "tidak ada, saya permisi" Alice bergegas meninggalkan ruang Calvin. Calvin terkekeh melihat tingkah menggemaskan Alice. "sulitnya bersikap biasa saja saat di depan Calvin, tatapan matanya membuatku ingin menghamburkan diri kepelukan nya, aku harus tahan godaan ini dan tetap profesional" gumam Alice. tok tok... Alice mengetuk ruangan rianty. "ayo makan siang" ajak alice " mau makan diluar apa di kantin" "diluar aj yux, sekalian nyari angin, bosen di kantin Mulu, lagian gak da jadwal ketemu klien di luar hri ini jadi kerjaan bisa santai sedikit" Alice menjelaskan. "oke" jawab rianty.. mereka pun menuju restoran yang sudah di sepakati. "gimana hubunganmu dengan bos dingin itu" "baik, dan semakin baik, dia ingin aku mengunjungi orang tuanya di London" "what? secepat itu? Daebak kemajuan pesat" rianty bertepuk tangan pelan. "bolehkah aku ikut? aku ingin liburan" rengek rianty manja. "aku kesana bukan untuk liburan" "aku tau, tapi aku ingin ikut?" rianty manja dengan ucapan khas anak kecil. "ada apa dengan otakmu, sepertinya kau salah makan!" oceh Alice. "haruskah aku beritahu rianty tentang kepergian Raka ke Jepang?, alice melamun sambil ngaduk-ngaduk minumannya, "tidak, biarkan Raka memberitahunya sendiri". "hei malah bengong" rianty melambaikan tangannya di depan wajah Alice. "siapa yang bengong! udh yux cepetan abisin makan nya". mereka pun menikmati makan siang nya. ~~~~~~~~~ Raka dalam perjalan menuju apartemen rianty,ia ingin memastikan bahwa rianty benar-benar menerimanya sebagi calon suami, berharap semua berjalan sesuai dengan yang di rencanakan, karena raka tak memiliki banyak waktu ia harus segera berangkat ke Jepang. Raka menekan bel apartemen rianty, terlihat rianty membuka pintu apartemen hanya menggunakan handuk kimono, rianty pun kaget melihat Raka berada didepannya. "kenapa tak bilang mau kesini? masuklah! aku akan berpakaian dulu" rianty masuk kamar meninggalkan Raka di ruang depan. tak berapa lama Rianty pun keluar dan duduk di sebelah Raka, ia bingung dari tadi raut wajah Raka terlihat serius tak mengucapkan apapun.. "ada apa?" tanya rianty. "apa kau menerima ku sebagai calon suamimu?" raka balik bertanya dengan serius. "kenapa bertanya seperti itu?" mereka saling balik bertanya tanpa ada yang menjawab. "jawablah" tanya Raka penuh tekanan. mereka saling bertatapan rianty melihat kesungguhan di mata Raka, sejujurnya dia sudah menerima Raka sebagai calon suaminya, hanya saja tidak memperjelas dengan kata-kata, tak menyangka kalau Raka akan bertanya langsung seperti itu, rianty paham Raka memerlukan kepastian dari dirinya. "aku sudah menerimamu sebagai calon suami ku Raka Aditiya Miguel, dan sepertinya aku juga sudah jatuh cinta padamu, walaupun awalnya sulit mengakui karena persahabatan kita dulu, tapi tak butuh waktu lama untuk ku memberi cinta ke padamu, apa kau puas dengan jawabanku?" rianty memberi tahu perasaannya, mereka masih tetap saling menatap. Raka langsung memeluk erat rianty rencananya berjalan lancar tapi belum sepenuhnya. "ikutlah denganku" Raka menarik paksa tangan rianty menuju mobil. rianty terlihat bertanya-tanya kali ini apa lagi yang akan di lakukan calon suaminya itu. "kita mau kemana?" tanya rianty bingung "ikut saja" jawab Raka singkat. "hei aku hanya memakai kaos dan hotpants" rianty memperhatikan penampilannya, kemana raka membawanya dia tak ingin membuat Raka malu. "it's ok, kau tetap cantik memakai apapun" Raka membuka pintu mobil dan menyuruh rianty masuk. mereka dalam perjalan kerumah orang tua rianty. dalam perjalan terasa sangat hening Raka dan rianty tenggelam dalam pikirannya masing-masing, setelah menempuh satu jam perjalanan tibalah mereka dirumah rianty, rianty tampak sangat bingung ia ingin bertanya lagi tapi mengurungkan niatnya, percuma banyak tanya toh Raka tak akan menjawabnya lebih baik nurut saja. mereka masuk kerumah rianty yang nampak gelap rianty makin bingung, "kemana semua orang? kenapa gelap sekali?" batin rianty. raka menggandeng tangan rianty menuju ruang tengah rianty masih tetep diam dengan sejuta hal dipikirannya, kakinya serasa menginjak sesuatu entah apa dia tak lama lampu menyala dan terlihat kelopak bunga mawar yang membentuk tulisan "Marry me." ia terus memperhatikan kelopak bunga terlihat berceceran sampai ke pintu mereka masuk tenyata, kelopak bunga itu yang tadi ia injak, lalu sorak gembira terdengar begitu ramai dari kelurga rianty dan keluarga Raka yang juga berada disana. rianty masih diam sangat kaget dengan apa yang dilakukan Raka. suasana hening kini rianty dan Raka saling berhadapan, Raka mengeluarkan kotak merah dari saku celana, ia buka dan terlihat cincin dengan berlian warna biru di tengahnya. "maukah kau menikah denganku?" tanya Raka dengan nada yang sangat lembut. kedua keluarga itu masih hening menunggu jawaban rianty sambil merapalkan doa berharap rianty menerima lamaran Raka. tanpa menunggu lama rianty pun langsung menjawab, "aku mau menikah denganmu." Raka memeluk rianty kelurga mereka tampak sangat gembira, Raka melepaskan pelukannya lalu menarik tangan rianty dan memakaikan cincin di jari manisnya. kini rencana Raka berjalan sukses mereka melanjutkan dengan makan malam. "setelah ini aku akan kembali ke apartemen!" ucap rianty di sela-sela makan malamnya. "kenapa tidak menginap saja? ini sudah malam." ucap Elis ibu rianty "tidak mah, terlalu jauh berangkat dari sini ke kantor, lagi pula Disini tidak aj baju yang bisa untuk di pakai ke kantor hanya ada baju sehari-hari" ucap rianty. "tidak apa Tante, biar aku yang mengantarnya nanti" ucap Raka meyakinkan ibu rianty "ya sudah kalau begitu" ibu rianty nampak lega, ia sudah mempercayakan anaknya kepada Raka. setelah meyelesaikan makan malamnya rianty, Raka dan keluarga raka pun pamit pulang. mobil Raka memasuki parkiran apartemen rianty. "apa aku boleh mampir sebentar?" tanya Raka "silahkan" jawab rianty singkat, raka turun dari mobil begitupun rianty. sampainya di apartemen rianty Raka duduk di sofa rianty bergegas ke kamar, melihat rianty ke kamar Raka langsung bangkit dari duduknya dan membuntuti rianty masuk ke dalam, rianty pun kaget Raka memeluknya dari belakang dan menempelkan dagunya di bahu rianty. "aku akan berangkat ke Jepang untuk urusan kerjaan, ada Maslah pada cabang perusahaan disana, kau tau hanya aku yang mengerti seluk beluk perusahaan itu jadi Calvin mengirim ku kesana untuk menyelesaikan semuanya, apa kau bisa menerima itu? aku tidak tau kapan akan kembali, belum bisa di prediksi!" rianty membalikan tubuhnya menatap Raka dan mengalungkan tangannya di leher Raka. "jika aku bilang aku tak menerima kepergian mu, apa kau akan tetap dsini?" pertanyaan itu sontak membuat Raka menatap rianty dengan kebingungan, sebelum Raka menjawab rianty melanjutkan kata-katanya. "pergilah, aku akan tetap dsini menunggumu kembali!" mendengar kata-kata itu membuat Raka sangat senang dia beruntung memiliki calon istri seperti rianty, ini lah Awal hubungan mereka dimulai dengan cobaan "long distance relationship". Raka mencium rianty lembut, rianty pun membalasnya, cukup lama mereka melakukannya seakan tidak ingin melepasnya, ciuman itu pun berhenti mereka saling menempelkan dahi, tak lama Raka kembali memeluk rianty. "ini sudah larut, aku akan pulang" ucap Raka, rianty hanya mengangguk mengiyakan Raka melepas pelukannya dan mengecup bibi rianty singkat lalu pergi meninggalkan apartemen kekasihnya itu. di dalam kamar rianty, masih memikirkan kejadian saat Raka melamarnya, saat keluarga Raka juga sudah berada disana, di luar dugaan Raka merencanakan itu dengan sempurna, hal yang tidak pernah rianty bayangkan. ia pun menatap cincin di jari manisnya lalu mengecupnya singkat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD