Ingatan Mentari pun seolah kembali ke masa lalu, di mana hubungan ia dan Cakra Raka Bumi harus kandas. Flash Back On! “Maafkan aku, Mas! Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku harus menerima perjodohan orang tuaku, Mas.” “Kenapa, Mentari? Kenapa kamu harus menyerah dengan hubungan kita? Kenapa kamu setega itu meninggalkanku dengan perasaan hancur seperti ini, Mentari?” Cakra tidak ingin melepaskan tangan Mentari dari genggamannya. “Please, Mas! Carilah wanita yang lebih baik dariku, yang mencintaimu lebih dari cintaku ini. Mungkin, takdir tidak mempertemukan kita. Lepaskan tanganku, Mas! Jangan memaksakan cinta tanpa restu orang tua. Aku harus pergi sekarang juga, tidak ada waktu banyak untuk kita. Assalamu’alaikum….” Mentari mencoba melepaskan genggaman tangan Cakra dengan berlinang air

