PLAAK! Satu tampar4n keras melayang di atas wajah Dava, yang ditorehkan oleh sang ayah. Ia begitu terpukul dengan apa yang baru saja dilontarkan oleh putranya. Sementara Mentari, hanya melongo di tengah isak tangis kemarahannya. “Uuh… !” ringis Dava lirih, merasa kebas di pipinya, menerima sebuah tamp4ran untuk pertama kalinya dari sang ayah. Seumur hidupnya, ia tidak pernah menentang perintah atau pun keinginan Saka Arya Bima. Dan, baru kali ini ia menentang dan melawannya, hingga mendapatkan tamp4ran kemarahan seperti itu. Seolah belum puas dengan apa yang baru saja dilakukannya, Saka pun berdiri sambil mencengkram kerah baju Dava dengan sangat kuat. Dava pun hanya pasrah, mengikuti gerakkan tangan ayahnya. “Sini, kamu!” ucap Saka dengan kemarahan. Saka menarik tubuh Dava dengan sed

