Chapter 15. Hanya Mimpi.

1126 Words

Medina sudah mencoba menghubungi kekasihnya untuk menanyakan soal lowongan pekerjaan. Ia ingin sekali membantu sahabatnya, Nadira. Ia tidak akan lepas tangan begitu saja, ketika sahabatnya sangat membutuhkan bantuannya. Sayang sekali di tempat ia bekerja, sedang tidak ada lowongan sama sekali. Padahal, andai ada lowongan kerja di tempatnya, ia adalah orang yang pertama kali sangat bahagia. Namun, di tempat kerja kekasihnya pun sedang tidak ada lowongan pekerjaan untuk staf baru. Maka dari itu, Medina pun dihantui rasa bersalah terhadap Nadira karena tidak bisa membantunya. Tak menyerah begitu saja, Medina pun mencoba mencarikan lowongan pekerjaan di tempat lain untuk Nadira. Semua teman-teman kuliahnya yang masih berhubungan baik, ia coba tanyakan. Siapa tahu saja ada salah satu dari temp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD