Chapter 14. Sekretaris Pribadi.

1201 Words

Sejak melihat untuk kedua kalinya anak laki-laki yang tidak ia ketahui siapa namanya itu, pikiran Dava seolah terpaku dan terikat kepadanya. Di dalam perjalanan menuju kantornya pun, ia nampak terdiam dan tidak mendengar apa yang Brenda katakan sama sekali. “Kamu kenapa sih, Mas? Sejak di parkiran tadi, kamu itu selalu mengacuhkanku terus. Ada apa denganmu, huem? Apa karena Anak bocah laki-laki tadi?!” sembur Brenda kesal. Apa yang semua ia ucapkan seolah tidak berguna dan sia-sia saja. Brenda curiga, jika calon suaminya itu terlihat berbeda dari sebelum melihat bocah laki-laki yang ada di area parkir tadi. Dava menoleh sekilas tanpa minat ke arah Brenda yang terus saja mengomel. Ia pun tersenyum hambar menghadapi tunangannya itu. “Aku lagi focus menyetir. Jangan terus berkata hal yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD