Chapter 22. Bertemu Brenda.

1446 Words

Suara panggilan telpon dari ponsel Dava, memecah ketegangan yang terjadi. Keberuntungan masih berada di pihak Dava, kali ini. Dengan cepat, Dava pun merogoh ponsel dari saku celananya, seraya melihat siapa yang sedang menghubunginya. Dahi Dava pun mengernyit dalam, ternyata Brendalah yang ingin melakukan panggilan video call. Karena sudah menyelamatkan dirinya dari kondisi genting, Dava pun akhirnya mengangkat panggilannya sambil menjauh dari Nadira dan Rifky. “Aku angkat telpon dulu, Bro! Nona Dira,” pamit Dava, dengan sedikit mengangkat ponselnya ke udara. “Okay!” seru Rifky. Sedangkan Nadira nampak mengangguk samar. Dava pun bergegas melangkah pergi meninggalkan mereka berdua. “Paling juga, panggilan dari tunangannya yang manja, si Brenda,” sloroh Rifky sudah hapal. Nadira hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD