Chapter 23. Permintaan Dava Arya Bima.

1248 Words

“Kita makan siang di luar saja yuk, Nona Dira!” ajak asisten Rifky, ketika kembali ke ruangannya. “Lah, Pak. Saya kan baru mulai bekerja di sini. Makan di kantin saja dulu, Pak,” tolak Nadira beralasan. “Apa hubungannya baru bekerja sama sudah lama bekerja, Nona? Jangan khawatir, saya traktir!" Nadira hanya mengulum senyum, bukan persoalan uang makan yang ada dalam benaknya. Melainkan, ia khawatir bertemu dengan Dava dan Brenda seperti tadi lagi, jika makan di luar. “Bukan masalah uang, Pak. Saya hanya ingin tahu saja, makanan di kantin Perusahaan ini seperti apa. Saya penasaran, Pak,” slorohnya dengan cepat. Asisten Rifky pun tidak bisa lagi menolak keinginan sekretaris barunya itu. Ya, sesekali mengalah pada bawahannya tidak apa-apa, asalkan ia pun bisa terus berdekatan di setiap ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD