Usai sarapan pagi bersama keluarga besarnya, dengan keterkejutan fakta yang dilakukannya, Dava pun berpamitan kepada orang tua dan adiknya untuk pulang ke apartemennya. Mentari sempat melarang kepergian putranya tersebut, karena wajahnya yang masih memar kemerahan. Namun, Dava tetap kekeh untuk pulang sambil mengenakan masker dan kaca mata hitamnya. Sementara Saka dan Davina, hanya menjadi penonton yang baik di hadapan mereka. Saka masih belum tahu cara menghadapi keluarga calon besannya. Sedangkan Davina, masih belum percaya sepenuhnya dengan apa yang telah dilakukan oleh kakak laki-lakinya yang dingin dan ketus kepada setiap gadis selama ini. “Pah, kenapa aku masih belum percaya sepenuhnya dengan apa yang baru saja Papa katakan tadi? Bisa saja kan, Kak Dava berbohong sama kita?!” tan

