Chapter 42. Sama Cemburuan.

1111 Words

Mobil melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibu kota Jakarta. Nadira nampak gelisah dengan duduknya, ketika melihat sekilas tatapan sengit Dava di dalam kaca spion mobil. Dava terlihat sangat marah kepada Nadira, nampak sekali sedang cemburu terhadap asistennya sendiri yang cari-cari kesempatan untuk mendekati kekasih rahasianya. Sedangkan Brenda tengah asik menyandarkan kepala di bahu Dava, sambil memejamkan kedua matanya. Tanpa ia sadari, calon suaminya tengah menatap penuh cinta dan rasa cemburu yang begitu besar untuk wanita lain, sekretaris pribadinya. Asisten Rifky nampak melirik ke arah Nadira yang sedari tadi terlihat tak tenang. Namun, tetap focus dengan kemudinya untuk menatap jalan. “Ada apa, Nona Dira? Sepertinya, Nona sedang gelisah,” tanya asisten Rifky perhat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD