“Habis mengantar si kembar ya, Nyonya?” tanya Reza sambil bangkit dengan membawa buku-buku di tangannya. “Iya, Pak Reza. Mereka minta diantar di hari pertamanya masuk sekolah,” jawab Nadira dengan anggukkan. Reza nampak tersenyum tipis, sambil memperhatikan penampilan Nadira dengan intens. “Sepertinya, Nyonya Nadira mau pergi ke kantor,” tebaknya. Nadira mengangguk lirih sambil tersenyum ramah. “Iya, Pak.” “Heem… wanita carier,” gumam Reza lirih. Namun, masih bisa terdengar oleh Nadira. Nadira pun teringat dengan baby sitternya yang belum sempat terjawab tadi, karena incident yang baru saja terjadi. Buru-buru, Nadira langsung membuka layar ponselnya yang ternyata retak cukup besar. Namun, Nadira tidak perduli dengan layar ponselnya yang retak untuk saat ini, yang terpenting ia harus s

