"Semoga lo engga protes karena gue cuma bisa ngasih lo teh tawar kayak gini. Atau apa gue perlu beliin sesuatu buat lo di kantin?" tanya Nendra. Gali tertawa kecil sambil menggeleng, "Engga masalah kok, santai aja," balasnya maklum. Nendra mengangguk dengan senyum tipis, kemudian mulai menyesap teh miliknya. "Jadi sekarang lo udah mulai aktif di perusahaan Abraham?" tanya Nendra memulai percakapan. Setahunya, dulu saat jaman mereka SMA, Galilleo bahkan dikabarkan sudah menjadi anak magang di perusahaan ayahnya itu. Gali mengangguk, duduk dengan bersila di atas karpet di ruangan BK yang merupakan teritori dari Nendra. Menyamankan dirinya di dalam ruangan yang bahkan lebarnya tidak menyentuh setengah dari ruangan kerjanya. Namun karena dia duduk hanya berbincang tanpa memikirkan pekerjaa

