Katanya, bukan hanya Gali saja yang jatuh cinta, tapi Lova juga. Ugh Gali tidak berdaya menahan rasa senang dalam hatinya. Melupakan dimana dia sekarang, lupa dengan pakaian yang sudah dia pakai seharian, Gali lalu bangkit dari duduknya dan membenamkan kepala gadis yang duduk di depannya ke dadaanya. Ia memejamkan matanya, menikmati wangi shampo yang kalau tidak salah ingat iklannya tentang duta sampo lain. Ternyata Lova baru selesai berkeramas karena wanginya masih sangat terasa di hidung Gali yang menempel tepat di kepala gadis itu. "Gal, kita beneran bisa digerebek orang kalau kayak gini." Gali tertawa saat suara pelan Lova terdengar. Meski tidak rela, dia kemudian melepas pelukannya namun membiarkan jarak mereka yang masih berdekatan. "Kamu yakin engga akan nyesel kan? Engga aka

